Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 02:36 WIB

Tribute to Arswendo Atmowiloto Digelar 30 November

Selasa, 19 November 2019 | 06:32 WIB
Tribute to Arswendo Atmowiloto Digelar 30 November
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sosok Arswendo Atmowiloto dikenal sebagai salah satu sastrawan, budayawan sekaligus wartawan senior Indonesia. Meski telah berpulang, karyanya akan terus hidup menghiasi dunia sastra dan seni Tanah Air.

Selain lewat karya, nama besar pria yang tutup usia pada 19 Juli lalu ini juga terekam kuat dengan dalam ingatan para sahabat, kolega dan orang-orang terdekatnya.

Semasa hidup, Arswendo merupakan seorang wartawan yang sempat memimpin beberapa media cetak, seperti tabloid Monitor, Bintang Indonesia, Pro-TV, majalah Hai, dan lainnya. Dia juga cukup lama berkantor di perusahaan jamu yang dipimpin kakak adik Irwan dan Sofyan Hidayat.

Untuk mengenang sekaligus mengingat peran penting Arswendo, sebagai sastrawan, wartawan sekaligus figur penting bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, sejumlah rekan yang pernah bekerja sama di berbagai media cetak akan menggelar Tribute to Arswendo Atmowiloto. Acara ini digelar di Sentra Jamu Sidomuncul pada 30 November 2019 mendatang.

"Bagi banyak orang yang pernah jadi anak buahnya, Mas Wendo tak sekadar bos, tapi juga pahlawan," kata Ricke Senduk dari tabloid Monitor dan Bintang Indonesia yang didaulat menjadi ketua acara Tribute to Arswendo Atmowiloto, dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

Acara Tribute to Arswendo Atmowiloto turut melibatkan seniman sekaligus budayawan Butet Kartaredjasa. Bagi seniman asal Yogyakarta ini, sosok Arswendo atau yang biasa disapa Pak Ndo, sangat berjasa bagi perjalanan hidupnya.

"Pak Ndo ini sudah menjadi bagian dari hidup saya. Kalau tidak ada Pak Ndo mungkin jalan hidup saya akan berubah. Tidak seperti sekarang ini," kata Butet.

"Saat itu saya bergabung di tabloid Monitor, belajar menulis, dituntun langsung Pak Ndo," imbuhnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x