Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 15:04 WIB

3000 Seniman Pencipta Lagu Raih Hak Royalti

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:45 WIB
3000 Seniman Pencipta Lagu Raih Hak Royalti
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Lembaga Manajemen Kolektif "Karya Cipta Indonesia" (LMK KCI), baru-baru ini membagikan hak royalti kepada seluruh pencipta lagu yang merupakan pemberi kuasa (para pemilik hak cipta dan ahli warisnya).

Royalti diberikan kepada lebih dari 3000 pencipta lagu di seluruh Indonesia. Sedangkan, jumlah royalti yang didistribusikan KCI tahun ini mencapai Rp5,3 milyar. Tahun ini royalti yang diterima pencipta lagu naik dibanding tahun lalu sebesar Rp4,6 milyar.

"Walaupun royalti mereka khusus dibidang performing right (hak mengumumkan) ini masih sangatlah kecil jika dibanding dengan negara sesama ASEAN namun kami tetap menaruh optimis, sebab pemerintah juga menaruh perhatian akan hal ini. hal itu dibuktikan dengan merevisi UU Hak Cipta yang lama menjadi UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta," kata Dharma, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/8/2019).

Selain itu, lanjut Dharma, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri yang berhubungan dengan izin operasional LMK dan revisi tentang besaran tarif. Bahkan nantinya akan ada juga Peraturan Menteri tentang distribusi Royalti melalui LMK dan LMKN.

"Maka kondisi kegiatan performing rights di Indonesia diyakini semakin membaik dan mendekati azas-azas keadilan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh para seniman musik. Baik itu pencipta lagu, penyanyi maupun para musisi," papar Dharma.

Ketua Dewan Pembina KCI Enteng Tanamal yang sekaligus adalah salah satu pendiri KCI turut memberikan penjelasan tentang kesepakatan antara yang telah dicapai antara LMK dan LMKN.

"Dalam pertemuan LMK dan LMKN di Bali beberapa waktu lalu telah disepakati bahwa penyelenggaraan kolekting dilakukan melalui manajemen 'satu pintu' yang dikoordinasikan oleh LMKN yang telah dibentuk dan dilantik oleh Menteri Hukum dan HAM," terang Enteng tanamal.

Sementara itu, Lisa A Riyanto, puteri amarhum maestro musik Indonesia A. Riyanto menaruh harapan positif terhadap manajemen 'satu pintu'.

"Saya berharap dengan manajemen 'satu pintu' ini nantinya bisa mempermudah bagi para pengguna untuk membayar royalti, mereka cukup membayar ke LMKN saja. Sementara untuk penggunanan lagu atau lisensi, mereka tetap harus meminta ijin kepada LMK," ujar penyanyi yang menjabat Wakil Sekretaris KCI ini. [adc]

Komentar

Embed Widget
x