Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:23 WIB

Sutradara: Kesulitan Tuangan Jiwa Pram dalam Film

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 27 Juni 2019 | 14:15 WIB
Sutradara: Kesulitan Tuangan Jiwa Pram dalam Film
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sutradara film, Richard Oh, yang mendapatkan kehormatan untuk menyutradarai film Perburuan mengungkapkan, untuk menuangkan ke film, dirinya harus menangkap jiwa karya dan acuan Pramoedya Ananta Toer.

Membuat film Perburuan tentu bukan perkara yang mudah. Terlebih harus menuangkan jiwa dari Pramoedya ke dalam sebuah medium yang berbeda, yaitu layar lebar.

"Tentu saja beban itu menjadi semacam tanggung jawab kita untuk pramoedya. Karya dia yang kita adaptasi ke media lain, Kita tangkap jiwa itu," ujar Richard Oh, Jakarta, Rabu, (26/06/2019).

Masih menurutnya, walaupun ini menjadi adaptasi, dia yakin film tersebut akan menjadi sesuatu yang berdiri sendiri dan memiliki makna mendalam.

"Kita harus bisa menangkap karyanya dan jiwanya. Hidupnya, visi misi dia, untuk kemanusiaan untuk jiwa ini. Sampai hari ini masih relevan," tambahnya.

Richard menangkap sisi kemanusiaan yang dimiliki Pram sangat tinggi. Terlebih untuk kemerdekaan Indonesia.

"Boleh dikatakan, di awal eksplorasinya, hari ini dia humanisme dan universal. Bukan saja yang tertarik itu hal yang lain adalah tentang Indonesia merdeka tapi gimana kemanusiaan," ungkapnya.(tka)

Komentar

x