Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 08:43 WIB

Dilan 1991 Menguras Air Mata dan Emosi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 25 Februari 2019 | 10:56 WIB
Dilan 1991 Menguras Air Mata dan Emosi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Film Dilan 1991 lanjutan dari Dilan 1990 menawarkan cerita yang lebih emosional. Sutradara film, Fajar Bustomi mencoba memainkan emosi penonton.

Mengambil setting lokasi di Bandung, Dilan 1991 masih terasa khas dengan film sebelumnya. Sosok Dilan kali ini keluar lebih bebas. Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, menjadi seorang pria yang cuek dan semakin berani menunjukkan jati dirinya sebagai anak genk motor.

Meski begitu, kepiawaian Dilan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat rayuan untuk Milea, yang diperankan Vanesha Prescilla tetap terasa.

Chemistry antara Dilan dan Milea pun semakin kental. Keduanya sama-sama menunjukkan kualitas kematangan akting yang lebih tinggi.

Kata-kata gombal dan romantisme sepasang kekasih pun terlihat. Masa-masa pacaran di era 90-an menjadi magnet di film ini.

Dilan yang gemar menggunakanan telepon umum untuk menghubungi Milea, masih terlihat di beberapa adegan.

Perasaan penonton dibawa campur aduk. Mulai dari senang, haru, hingga menangis.

Film ini memang banyak menampilkan air mata Milea yang sangat membela kekasihnya, Dilan. Konflik percintaan antara Milea dan Dilan sangat terasa.

Fajar Bustomi menjelaskan, ada beberapa adegan yang memperlihatkan Milea menangis tetapi tidak keluar air mata. Hal tersebut bukan semata-mata akting Vanesha buruk, tetapi sang sutradara memilih untuk Milea tidak mengeluarkan air matanya di beberapa adegan. Salah satunya saat sedih di depan pagar rumahnya usai diantar Dilan pulang.

"Saya memang sengaja membuat Milea tampil berkaca-kaca saja saat di depan rumah. Karena di dalam film ini, banyak adegan yang menampilkan Milea menangis terus. Saya berkaca dari sebuah film. Dimana Ada film yang tidak semuanya menampilkan air mata," kata Fajar Bustomi usai premier film Dilan 1991, Bandung, Minggu, (24/02/2019).

Tidak hanya itu, konflik keluarga yang dirasakan Dilan pun juga ditampilkan.

Film yang diproduksi Max Picture ini, masih akan bersambung. Lanjutan dari film ini adalah Milea. Sesuai dengan novel dengan judul yang sama karya Pidi Baiq.

Film ini diibaratkan menjadi isi karena penuh konflik.Sedangkan Dilan 1990, adalah film yang menjadi pengantarnya.

Jika Anda kangen dan penasaran bagaimana kelanjutan dari film Dilan 1991, rencananya akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 28 Februari mendatang.

Setelah peluncuran trailer Film Dilan 1991 di Jakarta pada pertengahan Januari 2019, antusiasme publik terhadap Film ini terus meningkat. Hal ini terlihat pada beberapa kali kesempatan meet and greet yang dilakukan, selalu dihadiri oleh pecinta Dilan dalam jumlah massa yang besar. Wafer TANGO sebagai sponsor utama resmi Film Dilan 1991 tetap berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan terkait Film Dilan 1991, seperti penetapan Hari Dilan atau Dilan Day pada tanggal 24 Februari 2019, di Kota Bandung oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil.

Tanggal 24 Februari 2019 merupakan hari bersejarah bagi pecinta film Indonesia, khususnya Dilanisme, atau para penggemar trilogi Film Dilan. Pada hari ini, Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil menetapkan, tanggal 24 Februari sebagai Dilan Day, bertempat di Ciwalk.

Pada hari yang sama Kang Emil juga melakukan peletakan batu pertama Taman Dilan yang berlokasi di kawasan GOR Saparua.

Tango sebagai sponsor utama Film Dilan 1991 sangat mendukung inisiatif yang digagas oleh Kang Emil dan pihak terkait, pada hari ini, mulai dari penetapan Dilan Day hingga peletakan batu pertama pembangunan Taman Dilan.

"Hal ini sangat positif karena mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, khususnya bidang perfilman," jelas Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, di sela-sela acara Dilan Day, Ciwalk, Bandung.

Acara Dilan Day yang dipusatkan di kawasan Ciwalk Bandung ini diawali dengan pawai dari Gedung Sate, melibatkan sejumlah komunitas, seperti komunitas motor dan sepeda.

TANGO sebagai sponsor utama Film Dilan 1991 mengerahkan 100 sepeda motor yang telah dipasangi poster film Dilan 1991 dan para pengendara yang menggunakan kostum Dilan berupa jaket jeans khas yang digunakan oleh Dilan dalam filmnya.

"Kami sangat antusias mendukung perhelatan besar hari ini, sehingga kami secara all out membantu memeriahkan acara hari ini melalui kehadiran ratusan sepeda motor yang telah dilengkapi dengan ornamen atau aksesoris Dilan. Kami mendukung misi Kang Emil untuk menjadikan Bandung sebagai movie maker friendly city," papar Harianus.

Komentar

Embed Widget
x