Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:26 WIB

Vadi Akbar Terapkan Ilmu untuk Tata Akustik Masjid

Oleh : Aris Danu | Kamis, 7 Februari 2019 | 16:07 WIB
Vadi Akbar Terapkan Ilmu untuk Tata Akustik Masjid
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penyanyi Vadi Akbar menerapkan ilmu pengetahuan di bidang elektro untuk mengamati tata akustik sebuah masjid. Baru-baru ini Vadi terlibat dalam tata akustik sebuah masjid di Jakarta.

Bersama ayahnya, Harry Kiss dan keluarga Johny Tanoto, adik kandung Vidi Aldiano ini turut serta meresmikan Masjid Al Karim yang terletak di Komplek Studio Kreatif Militer, di kawasan Kapuk Kamal, Jakarta Barat.

"Selain tampak indah, masjid ini mempunyai rancangan akustik yang sangat baik, gaungnya diukur hanya 0.5 detik, sementara masjid-masjid lain rata-rata di atas 2.5 detik, malah ada yang diatas 6 detik, sehingga saat khatib ceramah tidak bisa dipahami, karena akustik yang buruk," ungkap Vadi Akbar yang menggeluti dunia tata suara dan akustik.

Penyanyi yang sebelumnya mendesain mobil untuk kepolisian RI ini juga memberikan komentar soal rancangan bangunan masjid tersebut.

"Batu-batu tersebut berasal dari South Africa, Amerika, Jerman, Swiss, India, Nepal, Turki, China dan tentunya dari Indonesia," ujar Vadi.

Sementara itu menurut Harry Kiss, masjid tersebut mengambil ide dari Masjid Imam Bukhori di Uzbekistan, yang juga dikenal sebagai Masjid Soekarno.

"Tadinya saya mempunyai niatan untuk membangun 80 masjid, tapi disarankan oleh Pak Laksamana Ade Supandi bangunlah 88 Masjid, alasan beliau, 8+8= 16, 1+6= 7, Tujuh= Pitu dalam Bahasa Jawa, nanti akan banyak Pitulungan-pitulungan (pertolongan, red) yang muncul' kata Pak Ade Supandi," terang Harry Kiss.

Selain Vadi dan Harry Kiss, peresmian masjid tersebut juga dihadiri oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu, hadir pula pejabat negara dan tokoh-tokoh nasional, seperti Pangkostrad, Letjen M Besar Harto K, Laksamana (Purn) Marsetio, Mayjen Agung Risdhianto, Komjen Arif Wachyunadi, Brigjen Tamim serta ketiga putri Bung Hatta, yaitu Prof Meutia, Gemala, dan Halida Hatta serta Habib Aboebakar Al Habsyi. [adc]

Komentar

Embed Widget
x