Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Februari 2019 | 09:31 WIB

Ucie Sucita Angkat Bicara Soal RUU Permusikan

Oleh : Aris Danu | Senin, 4 Februari 2019 | 20:13 WIB

Berita Terkait

Ucie Sucita Angkat Bicara Soal RUU Permusikan
(Foto: istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Rancangan Undang-Undang Permusikan masih menuai pro kontra di kalangan musisi. Tak ketinggalan, pedangdut Ucie Sucita pun turut angkat bicara soal topik yang membuat Jerinx SID dan Ashanty perang sosmed.

Dalam hal ini, Ucie menyinggung mengenai royalti yang dianggap belum memiliki payung hukum yang kuat sehingga kerap merugikan musisi tanah air.

"Selama ini kan masalah yang sering dihadapi musisi itu soal royalti, hak cipta dan sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah memang harus ambil bagian untuk melindungi musisi," ungkap Ucie Sucita, di Jakarta, baru-baru ini.

Namun demikian, Ucie Sucita tidak mau sepenuhnya menyalahkan pemerintah soal RUU Permusikan.

"Yang aku baca sih memang ada yang membatasi kreatifitas musisi, tapi aku juga tidak mau ikut menyalahkan pemerintah. Karena pasti ada alasan pemerintah membuat RUU itu," katanya.

Perihal pro kontra RUU Permusikan, Ucie Sucita berharap pemerintah dan musisi duduk bersama membahas dan mencari solusi.

"Buat aku sih yang terbaik aja, musisi dan pemerintah duduk bareng menyelesaikan RUU Permusikan supaya tidak ada yang dirugikan. Semoga ada win win solution lah," paparnya.

Seperti diketahui, draf RUU Permusikan yang dirancang 15 Agustus 2018, berisi sejumlah pasal yang membuat musisi geram. Salah satunya adalah Pasal 5, khususnya huruf f dan g, pemusik dalam proses kreasi dilarang membawa pengaruh negatif budaya asing dan merendahkan harkat dan martabat manusia. Lalu, di Pasal 32, setiap pemusik yang diakui sebagai profesi menurut tolok ukur pemerintah harus memiliki sertifikat uji kompetensi, termasuk pemusik yang bermusik secara autodidak.

Pasal tersebut terkesan membatasi pemusik dalam suatu proses kreasi. Hal itu mengingatkan pada suatu era musik "ngak-ngik-ngok" yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin Presiden Seokarno. [adc]

Komentar

Embed Widget
x