Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Februari 2019 | 09:43 WIB

Tara Adia Mencari Jati Diri di Album Perdana

Oleh : Aris Danu | Kamis, 13 Desember 2018 | 12:02 WIB

Berita Terkait

Tara Adia Mencari Jati Diri di Album Perdana
(Foto: Inilahcom/Aris Danu)

INILAH.COM, Jakarta-Penyanyi Tara Adia merasa lega setelah impiannya untuk memiliki album tercapai. Penyanyi yang juga seorang aktris ini melepas album perdana yang menggunakan namanya sendiri, Tara Adia.

Dara kelahiran Blora, 19 September 1994 ini menyebut, album tersebut memuat banyak genre musik. Hal itu dipilih Tara karena album perdana ini merupakan upayanya mencari jati diri.

"Buat aku album ini adalah album perdana sebagai perkenalan aku di industri musik tanah air. Dimana lagu-lagu yang ada di album ini, aku ciptakan dan aku arransemen sendiri. Buatku, album ini aku anggap sebagai media dan rumah buat aku sebagai seorang penyanyi. Dalam album ini aku berusaha untuk mencari jati diri sebagai seorang penyanyi," kata Tara di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Penggarapan album perdana ini diakui penyanyi lulusan Institut Kesenian Jakarta jurusan Seni Pertunjukan Musik memakan waktu cukup lama. Tara membutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan album yang dikerjakan sendiri.

"Dari proses yang aku kerjakan sendiri ini akhirnya sekarang bisa terealisasi. Aku ingin memberitahukan punya bakat bernyanyi dan tak hanya bisa berakting dan memainkan alat musik seperti biola dan gitar. Ketika aku melakukan proses ini dari nol hingga akhirnya jadi aku puas," ujarnya.

Sebelumnya, Tara telah merilis beberapa single, Cinta Sementara (2014) dan Yang Terdalam (2015). Lalu bulan Januari 2018 lalu, Tara juga merilis single lainnya berjudul Bahagia Menjadi Satu sebagai bukti.

Selain karier bermusik, Tara juga sempat berakting dalam film Stadhuis Schandaal sebagai pemeran utama. Dalam film itu Tara berperan sebagai seorang wanita Belanda yang hidup di jaman Kolonial Belanda dan menjadi penghuni di Museum Fatahilah yang pada zaman pemerintahan Kolonial Belanda dipakai sebagai kantor Pemerintahan dan rumah tinggal Gubernur VOC. [adc]

Komentar

Embed Widget
x