Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 21:33 WIB

Adventure Documentary Festival

Anggy Umbara Ajak Milenial Belajar Sejarah Jakarta

Oleh : Aris Danu | Jumat, 2 November 2018 | 18:10 WIB

Berita Terkait

Anggy Umbara Ajak Milenial Belajar Sejarah Jakarta
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Sejarah klasik kota Jakarta menarik perhatian kaum milenial. Terbukti perhetalan Adventure Documentary Festival (ADF) yang bekerjasama dengan Yayasan Pelabuhan Mimpi dibawah kepemimpinan Marlia Nurdiyani kembali digelar tahun ini.

ADF merupakan program festival petualangan dokumenter yang diadakan setahun sekali untuk mengangkat sejarah, lingkungan, seni budaya, kearifan lokal, dan iptek dalam kemasan dokumenter.

Sutradara film Comic 8 dan Warkop DKI Reborn, Anggy Umbara turut ambil bagian dalam perhetalan ADF. Anggy mengajak generasi muda atau anak-anak milenial untuk belajar sejarah Jakarta lewat pembuatan film pendek dokumenter. Ia memberikan tips dasar pembuatan film berdurasi pendek terkait cerita sejarah Jakarta. Semua dikupas tuntas bagaimana mulai dari persiapan perekaman video, baik lewat smartphone ataupun kamera untuk merekam syuting awal hingga akhir.

"Saya ceritakan melakukan adegan syuting dengan jumlah personil yang minimalis, termasuk urusan skill-nya, produksi dan lainnya secara teori. Sebenarnya tak ada yang sulit, asal ada kemauan dan belajar yang kuat. Ini menjadi referensi mereka agar terbangun imajinasinya," kata Anggy di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Direktur ADF 2018 sekaligus penulis novel "Sarcophagus Onrust" (legenda misteri), Astryd D'Savitri mengatakan, ADF tahun ini bertema Secret File History of Jakarta, sebuah program yang seru dan membuat peserta penasaran karena mengangkat cerita sejarah yang belum terungkap, sangat rahasia dan terbilang luar biasa. Festival ini dirancang dengan ragam ide dan kreativitas serta diisi oleh para pakar sejarah, penulis novel dan komik terkenal dan sutradara atau kreator media audio visual baik lokal maupun luar negeri.

"ADF membantu generasi muda untuk kreatif dan produktif berkarya film, fotografi, komik, animasi, melalui kegiatan seminar, pameran, workshop, kompetisi, produksi petualangan dokumenter di dalam dan luar negeri. Peserta ADF terdiri dari komunitas, pelajar, mahasiswa, seniman, sejarawan, budayawan, arkeolog, ilmuwan, dan artis maupun atlet," ujar Astryd.

Joe Harris, penulis "The Darkness" dan komik X-Files terlibat memberikan workshop bagi siswa-siswi SMK, mahasiswa, komunitas sejarah dan lainnya yang tertarik akan sejarah. Ia pun menguak X-Files. Menurutnya sebuah cerita yang penuh rahasia dan misteri seperti halnya komiknya yang dinilai cerita klasik, ternyata masih relevan di zaman sekarang ini.

"Dalam menulis, saya hanya menuangkan semua yang ada didalam pikiran ini dan tak ada cara melakukan marketing people. Namun ternyata semua buku komik yang saya ciptakan yang sudah ada ratusan itu banyak disukai anak muda dan saya sangat apresiasi hal itu. Untuk itulah saya mau berbagai dengan para peserta yang mengikuti acara ini karena pada dasarnya anak-anak memang suka komik," paparnya.

Hadir juga novelis Rizki Ridyasmara yang membedah The Jacatra Secret. Dalam membedah karyanya itu, ia membongkar rahasia siombol-simbol Jakarta yakni misteri arsitektur di kota Jakarta. Begitu juga dengan Sven Verbeek Wolthuys yang menceritakan film dokumenter Jakarta 1941, termasuk juga Scott Merrillees yang mengisahkan Portraits if a Capital 1950-1980 koleksi foto Jakarta tiga dekade pasca kemerdekaan Indonesia 1945.

Selain seminar, ADF 2018 juga menggelar workshop dan kompetisi dokumenter sejarah Jakarta di Kota Tua, Taman Prasasti, Pulau Onrust. Lalu dilanjutkan pameran nostalgia sejarah-sejarah yang belum terungkap bersama pos dan telekomunikasi di perpustakaan nasional. [adc]

Komentar

Embed Widget
x