Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 02:43 WIB

Livi Zheng "Boyong" Gamelan dalam Film Hollywood

Oleh : - | Rabu, 8 Agustus 2018 | 14:40 WIB
Livi Zheng
Livi Zheng - (Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Sutradara perempuan asal Indonesia Livi Zheng, terus berinovasi dalam menggarap film-film yang diproduksi di Hollywood. Sutradara yang telah berkiprah di industri perfilman Hollywood ini mengusung budaya Indonesia di setiap filmnya, salah satunya musik gamelan.

"Musik gemelan sebenarnya sudah dipakai menjadi musik latar di beberapa film Hollywood, seperti Avatar dan Star Trek, juga game nintendo Super Mario Bros. Tapi kita harus tetap mempromosikannya agar lebih banyak lagi masyarakat dunia yang mengetahui bahwa itu adalah musik tradisional Indonesia," kata Livi Zheng di Jakarta, baru-baru ini.

Perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur ini mengatakan, film terbarunya berjudul "Bali: Beats of Paradise" mengangkat cerita tentang musik gamelan. Film tersebut terinspirasi dari tulisan yang dimuat di media massa terkemuka Amerika Serikat, Los Angeles Time. Film itu membahas musik gamelan di film Avatar karya sutradara James Cameron.

Dalam film "Bali: Beats of Paradise", Livi menampilkan permainan gitar I Wayan Balawan asal Bali yang dikenal dengan double neck gitarnya.

"Di film ini saya juga berkolaborasi dengan artis pemenang Grammy, Judith Hill serta editor film dan musik terkenal, Norman Hollyn," ujar Livi.

Menurut Livi, ada banyak cara mempromosikan Indonesia kepada masyarakat dunia, salah satunya melalui film, musik, dan kegiatan-kegiatan budaya.

"Saya bangga menjadi orang Indonesia. Indonesia itu menakjubkan. Kita punya 17.000 pulau dan ratusan suku yang hidup dalam keharmonisan," paparnya.

"Bali: Beats of Paradise" menurut Livi dijadwalkan tayang perdana pada Oktober 2018 di Amerika Serikat.

Dia menambahkan bahwa selain gamelan, tari Poco-Poco asal Sulawesi Utara juga harus dipromosikan ke dunia internasional karena bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan pemecahan rekor tari Poco-Poco melibatkan 65.000 peserta, yang terdiri atas anggota TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pelajar, perwakilan lintas agama, dan masyarakat umum.

Guinness World Records pun mengirim langsung staf senior mereka, Paulina Sapinska, dari kantor pusatnya di London, Inggris sebagai juri beserta sejumlah pengurus untuk mengawasi langsung upaya pemecahan rekor dunia itu.

Upaya pemecahan rekor dunia senam Poco-Poco tersebut juga bertujuan mempromosikan Asian Games 2018. Tarian tradisional asal Sulawesi Utara itu akan dipertunjukkan pada pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus.

Usai kegiatan senam tersebut, Livi Zheng menerima penghargaa dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Duta Untuk Promosi Tradisional di Amerika Serikat/Pemuda Hebat (diaspora yang mengguncang dunia). [antara]

Komentar

Embed Widget

x