Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:32 WIB

Ody Mulya Angkat Bicara Soal Gugatan Balik Rp 50 M

Oleh : Aris Danu | Jumat, 20 April 2018 | 19:05 WIB
Ody Mulya Angkat Bicara Soal Gugatan Balik Rp 50 M
(Foto: Inilahcom/Aris Danu)

INILAH.COM, Jakarta-Produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat buka suara perihal gugatan balik kepada Syamsul Fuad, penulis asli film Benyamin Biang Kerok yang ditayangkan pada 1972.

Ody menyebut gugatan itu muncul lantaran pihak Syamsul tidak ada itikad baik dan justru melayangkan gugatan terlebih dahulu kepada dirinya.

Dalam gugatannya, Syamsul menuntut ganti rugi kepada Max Pictures dan Falcon Pictures, dua rumah produksi yang membuat film Benyamin Biang Kerok versi baru. Bos Falcon, HB Naveen dan produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat. Syamsul menuntut ganti rugi materiil dan immaterial senilai total Rp 35 miliar.

"Saya kaget kok tiba-tiba ada gugatan dari Syamsul. Padahal sebelumnya saya sudah ketemu, kita bicara baik-baik dan saya tanya dia maunya apa. Saya inginnya kita bicara secara kekeluargaan, tapi dia malah seperti itu," kata Ody dalam wawancara di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

Ody mengatakan, awalnya ia berniat mengabulkan permintaan pihak Syamsul yang meminta uang senilai Rp 25 juta. Namun saat hendak mentransfer, Ody justru berhadapan dengan pengacara Syamsul yang kemudian melayangkan gugatan terhadap dirinya.

" Saya telpon 'Pak uangnya ditransfer kemana'. Tapi dia malah berbelit-belit dan bilang supaya saya bicara sama pengacaranya. Wah, kalau saya bilang ada sesuatu ini kok tiba-tiba pakai pengacara," ujar Ody.

Merasa tidak ada itikad baik dan justru menjatuhkan citra Max Pictures melalui opini di media massa. Ody pun akhirnya menggugat balik Syamsul Fuad dengan total tuntutan ganti rugi sebesar Rp 50 miliar yang terdiri dari kerugian materiil Rp35 miliar dan imateriil Rp15 miliar.

Sementara itu kuasa hukum Max Pictures, Bagiono SH, menyampaikan angka gugatan senilai Rp 50 miliar itu berdasarkan hitung-hitungan yang matang. Jumlah ini dia anggap mewakili kerugian yang dialami Max Pictures karena jumlah film Benyamin Biang Kerok jauh dari target. Sejak tayang pada 1 Maret 2018, film garapan Hanung Bramantyo tersebut sejauh ini baru menembus angka 740 ribu penonton. Sedangkan target Max Pictures adalah di atas 4 juta penonton.

"Tadinya kami tidak berpikir soal angka. Tapi melihat pihak sana melayangkan gugatan yang angkanya tidak rasional. Falcon dan Max Pictures yang sudah berkecimpung lama di dunia film tidak mungkin menabrak regulasi yang ada," demikian Bagiono.

Bagiono menambahkan, terkait hak cipta film Benyamin Biang Kerok kliennya sudah membeli dari ahli waris dan memiliki bukti perjanjian jual beli. Ia merasa tidak melanggar hukum karena semua dokumen terkait film tersebut sudah lengkapm

"Kami memiliki perjanjian jual beli, seluruhnya. Kalau gugat ke Pak Ody ya salah alamat. Beliau sebagai pembeli, di situ ada transaksional, masuk ke produk perjanjian. Kalau menuntut ya ke penjual, kami seharusnya hanya turut. Bukan malah menjadi tergugat," tandasnya. [adc]

Komentar

Embed Widget

x