Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 01:05 WIB

Ketua DPR: Ambon Layak Jadi Kota Musik Dunia

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 17 Maret 2018 | 15:10 WIB

Berita Terkait

Ketua DPR: Ambon Layak Jadi Kota Musik Dunia
Pertemuan antara Ketua DPR RI dengan Wali Kota Ambon Richard Louhenapassy di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, - (Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo baru saja meresmikan Studio Rekaman Musik Internasional di Universitas Pattimura dan Gedung Pertunjukan Musik Etnik di IAIN Ambon, Sabtu (17/3/2018).

Bamsoet, begitu ia biasa disapa, menyatakan bahwa Ambon mempunyai pijakan sejarah yang kuat untuk mewujudkan niatnya menjadi Kota Musik Dunia. Kota Ambon atau Maluku pada umumnya banyak melahirkan penyanyi hebat kenamaan Tanah Air, sebut saja Bob Tutupoli, Daniel Sahuleka, Bruri Marantika, Grace Simon, Harvey Malaiholo, Mike Mohede, Glenn Fredly, Ruth Sahanaya dan lain-lain.

"Saya bahagia sekali bisa meresmikan Studio Rekaman Musik berskala internasional di Universitas Pattimura dan Gedung Pertunjukan Musik Etnik di IAIN Ambon. Saya yakin kedua infrastruktur ini bisa mendukung mewujudkan Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya.

Bamsoet mengatakan, fasilitas musik berupa studio rekaman dan gedung pertunjukan tersebut diharapkan dapat mendukung wacana Ambon sebaagi Kota Musik.

"Saya yakin, di Ambon masih banyak lagi musisi yang hebat. Studio rekaman dan gedung pertunjukan ini harus dijadikan alat menggali dan mengembangkan kreatifitas masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, sumber daya manusia yang dimiliki Kota Ambon menjadi modal kuat menuju kota musik dunia. Demikian pula, kultur daerah ini juga sangat kondusif.

"Bagi orang Ambon atau Maluku secara umum, menjadi penyanyi adalah sebuah kebanggaan yang dapat memperbaiki nasib dan kehidupan ekonomi," ujar Bamsoet.

Pencanangan Ambon sebagai Kota Musik Dunia ini sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon pada tahun 2011. Bamsoet menuturkan dengan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif, tahun 2019 Ambon sebagai Kota Musik Dunia akan didaftarkan secara resmi ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Setelah didaftarkan, UNESCO akan meninjau langsung untuk menilai apakah Ambon layak atau tidak mendapatkan predikat Kota Musik Dunia. Kita masih punya waktu satu setengah tahun membenahi berbagai infrastruktur maupun meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. DPR siap memberikan bantuan, baik dari segi legislasi, anggaran, maupun koordinasi dengan pihak terkait," papar Bamsoet.

Dukungan ini disampaikan Bamsoet karena masyarakat Ambon dinilai sudah memiliki DNA musik. Karenanya, menjadi tugas semua pihak untuk meningkatkan denyut nadi aktivitas masyarakat agar senantiasa kental dengan rasa musik.

"Tak hanya sekadar festivalisasi maupun gebyar acara, musik bagi masyarakat Ambon sudah menjadi bagian dari nafas kehidupan. Ini modal kekuatan yang luar biasa. Ditambah sinergitas dan dukungan berbagai pihak, saya yakin impian Ambon sebagai Kota Musik Dunia dapat segera terwujud," demikian Bamsoed.

Hadir dalam peresmian tersebut antara lain anggota DPR RI asal Maluku Michael Wattimena, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanudin, Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies, Deputi V Badan Ekonomi Kreatif Ari Julianto Gema, jajaran rektorat dan civitas akademika dari Universitas Pattimura dan IAIN Ambon serta para tokoh masyarakat. [adc]

Komentar

x