Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 02:27 WIB

LMK KCI Teken Nota Kesepahaman dengan Koscap Korea

Oleh : Aris Danu | Minggu, 11 Februari 2018 | 17:50 WIB
LMK KCI Teken Nota Kesepahaman dengan Koscap Korea
(Foto: Inilahcom)

INILAH.COM, Jakarta-Lembaga Managemen Kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia (KCI) membuat nota kesepahaman dan menjalin kerja sama dengan Himpunan Komponis, Penulis dan Penerbit Korea (KOSCAP).

Kerja sama itu untuk memberikan pengawasan terhadap hak dan royalti para musisi dan pihak terkait.

"Kerjasama ini dilakukan demi mengembangkan sekaligus memproteksi karya cipta di bidang Performing Right (Hak Mengumumkan) maupun Mechanical Right (Hak Menggandakan) atas penggunaan lagu lagu Indonesia di Korea serta lagulagu Korea di Indonesia. Selain juga untuk meningkatkan kerjasama musikaI antara kedua Negara, sehingga akan mempererat tali persaudaraan antara kedua bangsa yaitu Indonesia dan Korea," kata Dharma Oratmangun, Ketua KCI dalam acara Penandatanganan Kerja Sama KCI-KOSCAP di The Bellevue Suites Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (9/2/2018).

Lebih lanjut Dharma mengatakan, kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi Indonesia, khususnya KCI untuk belajar mengelola manajeman musik lebih dalam dengan Korea.

"Menurut saya enggak ada salahnya kita belajar sama negara lain yang lebih dulu sukses, termasuk belajar kepada Korea, seperti kita ketahui bahwa Korea telah lebih dulu mendunia dengan K-popnya, jadi mengapa kita mesti malu belajar sama Korea," ujar Dharma.

Adanya kerja sama ini, secara otomatis Indonesia bisa melihat sejauh mana lagu-lagu karya anak bangsa beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat Korea.

"Dan untuk di Korea kita gandengan Koscap untuk mengontrol penggunaan hak cipta dan hak terkait," paparnya.

Kerjasama dengan lembaga negara luar memang bukan kali pertama dilakukan KCI. Sebelumnya, KCI telah menjalin kerjasama dengan beberapa Negara diantaranya India (IFP), Jerman (GEMA), Belanda (BUMASTEMRA), Swiss ( SUISA), Amerika (SESAC) dan Amerika Latin (SGEA).

"Perhari ini pemerintah dan kalangan industri harus melihat pentingnya nilai industri kreatif dari segi budaya dan musik," ujarnya.

Sementara itu dewan pembina KCI Enteng Tanamal menambahkan, selama 28 tahun pendapatan royalti bagi musisi masih kecil. Tingkat kesadaran masyarakat dalam menghargai karya dan jerih payah para musisi masih sangat rendah.

"Karena faktor budaya melekat di orang Indonesia, semoga kerja sama ini bisa lebih bisa membuat mereka menghargai karya para musisi," ujatnya.

Perwakilan dari Koscap, DJ Son menyambut baik adanya penandatanganan kontrak kerja sama tersebut. Ia optimistis kerja sama itu akan membawa perubahan positif bagi industri musik.

"Meskipun saya tidak banyak tahu soal kondisi industri musik di Indonesia, namun saya merasa yakin bahwa dengan penandatangan kerjasama ini prospek keduanya yaitu antara KCI di Indonesia yang mempunyai 4000 anggota dan KOSCAP yang memiliki 1500 anggota akan lebih baik," kata DJ.Son. [adc]

Komentar

Embed Widget

x