Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 00:11 WIB

Kata Praktisi Hukum Soal Sarita Abdul Mukti-Faisal

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 2 Desember 2017 | 22:30 WIB
Kata Praktisi Hukum Soal Sarita Abdul Mukti-Faisal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Masalah Sarita Abdul Mukti dengan suaminya, Faisal Haris yang menyeret artis sekaligus model Jennifer Dunn kian memanas setelah saling adu argumen.

Menurut praktisi hukum M Zakir Rasyidin, perihal tindakan Sarita yang menyertakan sang anak dalam masalah tersebut sah-sah saja asal sesuai koridor hukum. Sebab, lanjut dia, setiap warga negara berhak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum, baik yang disampaikan tersebut merupakan masalah pribadi ataupun masalah yang berkaitan dengan kepentingan umum.

"Cuma harus diingat, sepanjang yang disampaikan adalah fakta dan ada peristiwanya itu tidak apa-apa. Namun akan menjadi sebuah tindak pidana saat yang disampaikan tersebut tidaklah benar dan tidak berdasarkan fakta atau peristiwa hukum," kata Zakir di Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Zakir menambahkan, penyampaian informasi yang tidak benar dan dilakukan dengan unsur kesengajaan untuk mencemarkan nama baik seseorang melalui media seperti media online atau televisi bisa dijerat pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Di samping pasal 27 ayat 3 UU ITE yang mengatur soal perbuatan tersebut, ada lagi pasal yang bisa menjeratnya.

"Hal itu juga diatur pula dalam pasal 310 dan Pasal 311 KUHP," ujat pengacara Limbad ini.

Oleh karenanya, Zakir berharap agar Sarita lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Menyampaikan pendapat di muka umum harus berhati-hati karena ada perangkat hukum yang mengatur soal itu. Jika yang disampaikan tidak benar dan hal itu tetap dilakukan, penting kiranya untuk dilakukan proses hukum agar menjadi pelajaran sosial baginya," demikian Zakir. [adc]

Komentar

 
x