Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 23:59 WIB

Adisurya Abdy Turun Gunung Demi Stadhuis Schandaal

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 18 November 2017 | 09:35 WIB
Adisurya Abdy Turun Gunung Demi Stadhuis Schandaal
Sutradara senior Adisurya Abdy - (Foto: inilahcom/Aris DC)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Sutradara senior Adisurya Abdy kembali turun gunung untuk menggarap film berjudul Stadhuis Schandaal. Adi sudah 14 tahun tak duduk di bangku sutradara sejak menjadi Kepala Sinematek Indonesia.

"Sejak merantau dari Medan ke Jakarta, saya memang bertekad akan terjun sebagai orang film. Maka sampai kapan pun saya akan tetap mencintai dunia film. Baik sebagai orang yang menjaga dokumentasi film Indonesia maupun sebagai sutradara atau pemain," kata Abdy saat syukuran film yang menandai dimulainya proses produksi Stadhuis Schandaal di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Stadhuis Schandaal merupakan film yang berlatar belakang jaman kolonial yang terjadi pada ratusan tahun silam. Namun menurutnya, ini bukan film sejarah.

"Saya memang tidak ingin membuat film sejarah. Tapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal. Judulnya pun sengaja menggunakan bahasa belanda, Stadhuis Schandaal, agar penonton sejak awal sudah mengetahui bahwa film ini memiliki latar belakang jaman Belanda," ujar pria kelahiran Medan, 29 Agustus 1956 ini.

Untuk membangun set pada masa penjajahan Belanda, Adi beserta timnya membangun set khusus yang dibangun di atas tanah seluas 1.500 m2 di atas tanah milik PT. Inter Studio, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kita sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kita lakukan, jadi lebih baik membamgun set sendiri, supaya kerjanya lebih bebas," paparnya.

Nantinya, film ini juga akan melakukan pengambilan gambar di kawasan Kota Tua Jakarta, terutama di Museum Fatahillah. Sedangkan proses produksi baru akan dimulai pada minggu ketiga November 2017 ini.

Film ini melibatkan para pemain muda dan pemain senior, mereka diantaranya Tara Adia (Saartje Spech / Sarah), Michale Lee (Pieter Cortenhoff), Amanda Rigbi (Fei), Rensi Millano (Samina), Volland Humonggo (Danny Wong), George M Taka (JP Coen), Roweina Umboh (Eva Mert), Iwan Burnani (Jaques Spech), Septian Dwicahyo (Hans), Lady Salsabila (Mila), Stephanie Adi (Rika), Ati Cancer (Bibi), Bangkit Sanjaya (Pelayan misterius), Kiki Amalia (Via), Anwar Fuadi (Abimanyu) dan lain-lain. [adc]

Komentar

 
Embed Widget

x