Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:57 WIB

Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan

Slank Ajak Generasi Muda Tebar Virus Kebaikan

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 16 September 2017 | 17:25 WIB
Slank Ajak Generasi Muda Tebar Virus Kebaikan
Personel Grup musik Slank - (Foto: inilahcom/Aris DC)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Grup musik Slank mengajak generasi muda Indonesia untuk menebar virus kebaikan. Pesan itu disampaikan Slank saat tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan di Pondok Pesantren Darussalam di Desa Kemiri Barat, Subah, Kabupaten Batang, Jumat (15/9/2017).

Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan merupakan rangkaian tur Slank ke pondok pesantren di empat kota yang didukung oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Sebelumnya Slank telah tur ke Ciamis dan Brebes yang diisi dengan berbagai acara seperti bazaar rakyat minyak goreng murah, dialog budaya dan kebangsaan, serta pertunjukan musik.

Dalam sesi tanya jawab dengan santri, Bimbim menyebut arti pentingnya kunjungan ke pesantren sebagai bagian dari rangkaian tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan.

"Pesantren adalah benteng moral Republik Indonesia. Masuk ke pesantren adalah salah satu hal paling mulia untuk membetulkan moral dan semangat manusia," kata Bimbim mewakili Slank, seperti dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (16/9/2017).

Slank mengaku tiap kunjungan ke pesantren memiliki makna istimewa, tak terkecuali ponpes Darussalam, Subah. Vokalis Slank, Kaka mengungkapkan alasannya.

"Kita masuk pondok pesantren Darussalam dengan menembus hutan. Ini baru pertama kali Slank mau manggung lewat hutan dulu," ujar Kaka.

Pada kesempatan itu, digelar juga digelar dialog budaya dan kebangsaan bersama para santri yang dimoderasi oleh budayawan Zastrouw Al Ngatawi. Dialog berlangsung dengan akrab dan santai di pelataran pondok pesantren.

Zastrouw mengingatkan kepada para santri untuk mewaspadai bahaya terorisme dan narkoba sebagai racun mematikan bagi generasi muda yang dapat merusak hati dan jiwa. Paham agama dan kebangsaan dapat dijadikan tameng untuk menangkal pengaruh negatif tersebut.

"Aqidah ahlussunah wal jama'ah dapat dipakai untuk merajut persaudaraan dan keberagaman di bumi Indonesia ini untuk memperkuat jiwa Pancasila yang merupakan hasil ijtihad para ulama dan kyai," ujar Zastrouw.

Irsyal Yasman, Deputy Director APP Sinar Mas memaparkan alasan mengapa pihaknya bersama Slank menggelar tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan ini.

"Mengapa Slank? Karena menggunakan bahasa sederhana dan bisa dipahami oleh kita semua, yaitu musik, yang membawa kita untuk mengingat kembali bahwa kita bangsa besar dan mempunyai potensi yang luar biasa. Sinar Mas ingin turut ambil bagian dengan berbagi berkah, mulai dari satu pesantren satu ke pesantren lainnya," tutur Irsyal.

Acara ditutup dengan pertunjukan musik oleh Slank. Penampilan Slank membuat ponpes Darusslam penuh dipadati oleh santri dan Slankers yang tidak hanya datang dari Batang, namun juga kota sekitar seperti Indramayu, Cirebon, Tegal, Pemalang, Kendal, Semarang, Demak, Pati, sampai dengan Lamongan.

Uniknya setiap jeda beberapa lagu, Zastrouw Al Ngatawi menyisipkan tausiah kepada para penonton, lewat lagu yang ia dendangkan maupun interpretasi makna lagu yang dibawakan Slank malam itu.

"Slank mengaji dalam untaian irama dan nada. Mengaji bersama Slankers dan santri yuk kita ngaji berguru pada kyai, menuntut ilmu tuk bekal nanti semoga Allah meridhoi," demikian Zastrouw berdendang diiringi alunan musik Slank.

Sementara lewat lagu 'Doa', Slank menurut Zastrouw 'berfatwa' bahwa dalam kehidupan ini setiap kegiatan harus diawali dengan doa, karena doa adalah senjata bagi orang beriman.

Melalui lagu 'Virus', Zastrouw berpendapat bahwa itu adalah peringatan dari Slank agar kita senantiasa menebar virus kebaikan, melawan virus keburukan yang berhamburan utamanya melalui media sosial berupa hasutan, fitnah, maupun berita hoaks. [adc]

Komentar

 
Embed Widget

x