Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 11:20 WIB

Film Segi3hati Edukasi Narkoba dan Bullying Anak

Oleh : Aris Danu | Kamis, 24 Agustus 2017 | 01:33 WIB
Film Segi3hati Edukasi Narkoba dan Bullying Anak
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Narkoba dan perundungan (bullying) menjadi masalah serius bagi generasi muda saat ini yang juga menjadi ancaman serius bagi anak-anak.

Dilatarbelakangi akan hal tersebut Yayasan Bina Generasi Harapan (YBGH) membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Mei Lin Kallman di Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan pada Selasa (22/8/2017). Nota kesepahaman itu berisi antara lain pemutaran film "Segi3hati" yang skenarionya ditulis oleh Mei Lin.

Film pendek tersebut akan diputar pada saat YBGH melakukan kampanye dan advokasi kepada anak-anak di sekolah, mal, car free day maupun di tempat lain.

"Film lebih mudah dicerna oleh anak-anak. Jadi lewat anak-anak inilah kita mengadvokasi menjelaskan bahaya narkoba maupun perundungan (bullying) kepada anak sebayanya," kata Ketua YBGH Indra Marosa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/8/2017).

Selain itu, YBGH juga melakukan pemilihan Duta Kecil Bersih Narkoba. Duta kecil ini bertugas untuk mengkampanyekan bahaya narkoba bagi generasi muda, khususnya anak-anak.

"Duta anak ini lebih efektif mengedukasi anak-anak dengan cara anak-anak daripada orang tua yang melakukan," ujar Indra.

Selain narkoba, tingginya angka bullying di kalangan anak-anak, khususnya dilingkungan sekolah juga menjadi perhatian khusus YBGH. Oleh karenanya, Duta Kecil juga diberi tugas untuk mengedukasi lingkunganya dalam menghindari perundungan.

"Salah satu pelarian korban perundungan biasanya ke narkoba, ini yang mesti dicegah," ujar Indra di sela-sela MoU penggunaan film Segi3hati sebagai instrumen kampanye anti-perundungan.

Sementara itu, Mei Lin merasa bangga hasil karyanya yang difilmkan bisa mengedukasi anak-anak agar terhidar dari narkoba dan perundungan.

Alumnus Jakarta International School ini sebenarnya merupakan korban bullying sejak masa sekolah dasar. Teman-temannya mengejek Mei Lin karena badannya tinggi atau bongsor serta rambutknya keriting.

"Saya mengekspresikan dalam tulisan dan pengalamam bullying itu dikisahkan dalam film pendek," katanya. [adc]

Komentar

 
x