Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 09:39 WIB

Anak Angin Angkat Isu Sosial lewat Musik Balada

Oleh : Aris Danu | Selasa, 23 Mei 2017 | 01:25 WIB
Anak Angin Angkat Isu Sosial lewat Musik Balada
(Foto: inilahcom/Aris Danu)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Grup musik Anak Angin merilis album perdana dengan tajuk "Jiwa Merdeka". Album yang digarap band asal Tabanan, Bali itu memakan waktu selama enam tahun dengan mengusung musik balada.

"Genre musik Anak Angin menurut saya merupakan musik bertutur atau balada, di mana musik bertutur merupakan suatu musik yang menceritakan suatu masalah, kemudian menyelesaikan masalah melalui suatu struktur alunan melodi yang ada," kata pengamat musik Bens Leo dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/5/2017).

Bens mengatakan, band asal Tabanan, Bali itu cukup menarik perhatiannya karena sang vokalis merupakan seorang politikus. Yakni, Ketua DPRD Tabanan Bali I Ketut Boping Suryadi.

"Menarik bahwa seorang politikus yang telah mencapai tahapan tertentu dan masih turun ke bawah melalui karyanya ke lapangan untuk mengangkat masalah sosial, kemanusiaan, serta empati terhadap bencana-bencana yang melanda Indonesia, ini merupakan suatu fenomena yang belum pernah ada di indonesia," ujar wartawan musik senior itu.

Selain itu, lanjut Bens Leo, terdapat salah satu lagu yang mencuri perhatiannnya berjudul "Berikan Cinta Yang Tersisa". Lagu tersebut merupakan lagu mengenai bencana alam di Kintamani.

"Lagu tersebut merupakan bentuk empati kepada kesulitan orang lain, salah satunya tentang bencana alam dan luar biasanya ternyata tidak berhenti pada karya, namun diaplikasikan oleh Anak Angin dengan membuat pagelaran untuk didonasikan ke Kintamani yang dilakukan secara spontan di berbagai daerah," puji Bens.

Sementara itu Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti juga memberikan apresiasi atas peluncuran album perdana dari band yang aktif sejak tahun 2011 itu.

"Lagu-lagu Anak Angin sendiri saya rasa sangat bagus karena berisi kritikan sosial yang disalurkan dalam bentuk seni. Jadi kritikan sifatnya luas dan buat saya kadang-kadang dengan seni atau lagu kita bisa mencurahkan isi hati kita, pikiran kita dan harapan kita terhadap bangsa dan negara," paparnya.

"Maka menurut saya tetaplah bergerak untuk membuat lagu-lagu yang bisa membuat kita semangat untuk mengisi pembangunan ini," demikian Ni Putu Eka Wiryastuti. [adc]

 
x